Solusi belajar (1)

29 Oct

*Tiada kesulitan yang tidak bisa dipecahkan, semuanya tergantung pada sejauh mana kita mau memecahkan kesulitan tersebut.

Guys, ada kalanya kita tidak mampu mengerti tentang apa yang sedang kita pelajari. Percayalah, kendati setiap manusia mempunyai tingkat intelegensia yang berbeda namun tetap ada peluang bahwa ketidakmengertian tersebut dapat diminimalisir. Berikut adalah tulisan seri pertama tentang kesulitan belajar dan solusinya.

- Kesulitan memetakan materi yang rumit

Materi yang rumit/ kompleks biasanya dikarenakan materi tersebut jarang kita baca, baru pertama mempelajarinya atau karena terlalu banyak sub babnya. JIka kerumitan itu disebabkan materi yang jarang dibaca, maka solusinya adalah bacalah materi itu sesering mungkin #eaaaa. Tidak cukup membacanya saja, tetapi kita bisa mencatat ulang bagian-bagian yang penting, atau dengan cara menandai bagian yang penting itu dengan pulpen/spidol berwarna/stiker post it.

Proses menulis ulang bagian penting dan menandainya sebenarnya membuat otak kita mencerna materi tersebut dua kali. Pertama, saat membacanya pertama kali. Kedua, mengkonstruksikan ulang saat kita mencatat dan menandai. Alhasil, kita sebenarnya secara tidak langsung sudah mempelajarinya 2 kali. Ada 2 keuntungan dari mencatat kembali dan menandai bagian penting. Pertama, jika kita lupa, kita bisa dengan mudah mencari bagian tersebut. Kedua, kita bisa mengalihbahasakan materi yang rumit itu dengan bahasa kita sendiri.

Nah, jika kesulitan memetakan materi yang rumit dikarenakan banyak sub bab, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan cara kerja/konsep mind map. Kedua, gunakan bagan/grafis.

Mind map (menurut saya) sebenarnya adalah mekanisme kerja pikir otak yang berusaha memilah dan memisahkan materi yang rumit menjadi lebih sederhana karena strukturnya lebih jelas. Contoh : jika kita ingin merencanakan perjalanan ke gunung untuk kemah, maka kita bisa menggunakan mind map untuk mempersiapkannya.

Caranya; buatlah gambar pohon lengkap dengan rantingnya (yang dimaksud disini adalah pohon dalam arti sebenarnya). Jika sudah, namai pohon itu dengan rencana berkemah. Kemudian, petakan masalah “rencana berkemah” tersebut kedalam beberapa bagian kecil yang akan terisi disetiap ranting tersebut. Ranting pertama berjudul “persiapan bekal”, ranting kedua “persiapan baju”, ranting ketiga “persiapan alat kemah”, ranting keempat “persiapan transportasi menuju ke gunung”. Ranting kelima “rencana kepulangan”. Oke, kita sudah mempunyai peta masalahnya bukan ? Setelah itu, mari kita isi masing-masing ranting tersebut.

Contoh; ranting pertama “persiapan bekal” akan berisi anak ranting “mi instan, beras, lauk pauk, bumbu dapur, alat masak, bahan bakar”. Seperti itu seterusnya, hingga kita kemudian bisa memetakan apa saja yang harus diisi di 4 ranting selanjutnya lengkap dengan anak rantingnya. Setelah semua anak ranting sudah terisi kita bisa menelitinya ulang. Jika ada yang kurang, kita bisa menambahkan lagi.

Proses ini memungkinkan kita membuat rencana, memilah masalah, dan menelitinya ulang sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Cara/mekanisme mind map ini bisa kita aplikasikan untuk materi kuliah ataupun materi presentasi yang rumit sekalipun. Mind map bisa digambar dengan manual, namun juga bisa menggunakan cara non-manual misalnya dengan menginstal Free Mind dan Buzan’s iMindMap V4 pada komputer sehingga kita dapat dengan mudah mengisi pohon pikiran kita.

Cara kedua memetakan materi yang rumit adalah dengan menggunakan bagan atau grafis. Sebenarnya mekanisme ini hampir sama dengan mind map yakni mensimplifikasi hal komplek, namun dengan cara yang lebih sederhana. Jika Anda sering menggunakan power point, maka grafis atau bagan yang dimaksud hampir sama dengan apa yang ada di power point tersebut. Bagan atau grafis dapat dengan mudah digunakan khususnya untuk materi yang berhubungan dengan proses. Misalnya; proses membuat berita. Kita bisa membuat materi “proses membuat berita” dengan menggunakan bagan sehingga setiap langkah pembuatan bisa dijelaskan dengan lebih singkat. Keuntungannya adalah kita dapat dengan mudah menceritakan kembali proses pembuatan berita itu hanya dengan melihat dan memahami bagan tersebut.

Baiklah ini postingan seri pertama terkait solusi belajar. Semoga bermanfaat :)

From Zero to Hero

4 Oct

Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk presentasi (tema bebas yang penting asik, nah lho) di acara Malam Keakraban a.k.a Makrab yang dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa semester 1. Akhirnya, setelah putar otak, judul presentasinya adalah “From Zero to Hero”. Berikut adalah ringkasan cepat.

Kalau fase kehidupan bisa dipilih, mungkin fase yang paling banyak diinginkan adalah saat berseragam putih abu-abu. Namun toh, kehidupan itu tidak berhenti. Kita dipaksa untuk bergerak, terlepas kita mau atau tidak. Kehidupan menyeret kita ke fase-fase selanjutnya yang bisa jadi membuat kita tidak nyaman. Setelah lulus SMU, beberapa diantaranya melanjutkan kuliah, dan dari jumlah itu ada sebagian yang memilih untuk melanjutkan di PTN/PTS luar kota. Kehidupan kost-kostan pun mulai dijalani. Menurut saya sih, ngekost itu menjanjikan banyak pilihan hidup. Mulai dari kegalauan tiada tara, sampai yang menyenangkan, yakni kebebasan tanpa batas. Ups.

Tiga bulan pertama, biasanya mahasiswa baru ini sudah mulai beradaptasi dengan kehidupan kampus. Sudah mulai punya komunitas, sudah mulai jadi “anak gaul”. Semua hiburan dijabanin, walaupun kadang merogoh kocek dalam.

Tiga bulan selanjutnya, sudah akan kelihatan, mahasiswa-mahasiswa baru ini akan menjelma seperti apa. Mahasiswa gaul? mahasiswa culun bin kuper? mahasiswa yang hobi nongkrong ga jelas? mahasiswa penyendiri? atau bagaimana?

Nah, apapun wujud mahasiswa itu nantinya,  tidak ada satupun yang ingin gagal (boleh gagal tapi setelah itu bangun kembali). Semuanya ingin sukses. Minimal sukses membahagiakan orang-orang disekitar kita. Berguna untuk lingkungan dan mencapai cita-cita sesuai dengan passion kita masing-masing.

Saya percaya, bahwa semua orang disiapkan untuk menjadi orang sukses (sukses dengan parameter yang baik). Yang membedakan hanyalah di level apa posisi kita sekarang, dan sekuat apa kita tidak mudah jatuh saat gagal dan kesedihan datang. Mengapa begitu, karena tidak ada kesuksesan yang datang dengan proses yang instan. Sukses adalah milik semua insan.

“Size” doesnt Matter

“Size” disini bisa diartikan macam-macam. Tapi pada intinya adalah, apapun kondisi kamu, tidak ada alasan untuk menjadikan hal itu sebagai halangan untuk berhasil. Mesin gol Barca, Lionel Messi hanya punya tinggi badan 169 cm. Bandingkan dengan bomber lain. Cristiano Ronaldo (185 cm), Fernando Torres (186 cm), Wayne Rooney (178 cm) dan Samuel Etoo (180 cm).  Dengan “size” minimal toh dia bisa berprestasi.  Selain mencetak 194 gol, dia adalah pemegang gelar pemain terbaik Eropa, pemain terbaik versi FIFA, dan pemegang sepatu emas Eropa. Selama 6 tahun karirnya di dunia persepakbolaan total ada 43 gelar individu. Yap, size doesnt matter !!!!

Dont Give Up

Barangkali ini adalah resep paling mudah dilafalkan bagi setiap insan yang ingin berhasil. Ada banyak figur yang bisa dijadikan contoh atas setiap usaha yang tak pernah putus. Yang paling simpel, cobalah mencari tau via internet pemain sepakbola Indonesia yang kita sedang terkenal dan juga baik attitudenya. Rata-rata dari mereka memulai usaha itu sejak usia dini. Berangkat dari keluarga yang biasa-biasa saja. Berasal dari kota kecil yang mungkin di peta saja tidak tampak. Tapi toh, setiap step usaha itu harus dilakukan dengan penuh gairah, penuh passion. Karena jika kita berhenti di step kesekian, maka keberhasilan di step selanjutnya tidak akan bisa diraih. heheheh.

From Nothing to Something

Sekali lagi, guru yang baik itu berasal dari teladan. Contoh hidup, rumus yang sudah dilakukan. Dari orang-orang yang senantiasa bangkit pada saat gagal lah kita bisa mencontoh melakukan hal yang serupa. Sukses atau berhasil memang bisa berupa apapun, tp satu yang pasti jangan mengasihani diri terlalu dalam ketika kita jatuh. Buktinya, ada banyak tokoh yang keberhasilannya justru berawal dari kondisi yang tidak menyenangkan.

(data-data ini hasil saya googling di internet) Michael Jordan yang terkenal itu, selama karirnya ternyata gagal menyarangkan bola sebanyak 9000 kali. Bill Gates yang oleh Forbes ditasbihkan sebagai orang kaya sejagad dulunya berprofesi sebagai office boy. Einstein itu hingga usia 7 tidak bisa membaca. Sebelum sukses membangun gerai-gerai makan cepat saji seperti sekarang ini, resep KFC ditolak 1000 restoran yang sudah mapan. Toyota Motors pernah menolak lamaran kerja Mr Honda muda, sebelum ia sukses seperti sekarang ini. Mantan CEO Apple Steve Jobs adalah bekas pemulung kaleng dan badut. Atau, Isaac Newton, penemu hukum gravitasi yang pada saat kecil dianggap bodoh karena sulit menerima materi pelajaran sekolah.

Tidak satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa kegagalan, tanpa rasa sakit. Semua mengalaminya. Percayalah, semua proses itu ada gunanya, dan bahkan kita harus berterimakasih kepadanya.

Terlalu berlebihan berharap untuk hidup tanpa rasa sakit,
Adalah salah berharap untuk hidup tanpa rasa sakit,
Karena rasa sakit adalah pertahanan tubuh kita.
Tak peduli seberapa tak sukanya kita,
Dan tak ada yang suka rasa sakit,
Rasa sakit itu penting,
Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterimakasih

Bagaimana lagi kita bisa tahu,
Untuk menarik tangan kita dari api?
Jari kita dari belati  ?
Kaki kita dari dari duri ?
Jadi rasa sakit itu penting
Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterimakasih

Namun,
Ada sejenis rasa sakit yang tidak ada gunanya,
Itulah rasa sakit kronis,
Itulah pasukan elit rasa sakit yang bukan untuk pertahanan,
Itu adalah kekuatan yang menyerang,
Penyerang dari dalam,
Penghancur kebahagiaan pribadi,
Penyerang ganas bagi kemampuan pribadi,
Penyerbu tak kenal lelah bagi kedamaian pribadi,
Dan, pelecehan berkelanjutan bagi hidup

Rasa sakit kronis adalah aral rintang terberat bagi pikiran.
Kadang rasa sakit itu nyaris mustahil untuk dilampaui,
Namun kita harus mencoba,
Dan mencoba,
Dan mencoba,
Sebab jika tidak, ia akan menghancurkan kita.

Dan,
Dari pertempuran itu akan muncul hal-hal yang baik,
Kepuasan penaklukan rasa sakit.
Pencapaian kebahagiaan dan kedamaian,
Pada kehidupan sekalipun darinya.
Ini sungguhlah suatu pencapaian,
Pencapaian yang sangat istimewa, sangat pribadi,
Rasa akan kekuatan,
Kekuatan batiniah,
Yang harus dialami untuk bisa dipahami.

Jadi,
Kita semua harus menerima rasa sakit,
Sekalipun rasa sakit yang merusak.
Karena itu bagian dari segala sesuatu,
Dan pikiran dapat mengatasinya,
Dan pikiran akan menjadi lebih kuat dalam mengalaminya.

By; Jonathan Wilson Fuller
Puisi ini ditulis saat ia berusia 9 thn
(dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayanganya)

*Salam

Note:

- Beberapa data dan fakta tulisan diatas adalah hasil googling di Internet

- Sejatinya setelah mempresentasikan ini, saya terpekur kaku. Sungguh, memotivasi orang lain itu mudah, sebaliknya memotivasi diri sendiri itu butuh kemauan, momentum dan dukungan semesta.

Kekonyolan Media

27 Sep

Pagi saya yang damai, rusak oleh kabar ini..

Kita tentu belum lupa dengan ledakan bom bunuh diri Gereja Bethel  Injil Sepenuh (GBIS) Solo (25/9).  Peristiwa itu menewaskan 2 orang, salah satu diantaranya adalah pelaku yang disinyalir bernama Ahmad Yosepa.

Sesaat setelah bom tersebut meledak, aneka komentar dan nada keprihatinan bermunculan di media sosial -sebelum akhirnya dilansir media secara massif. Komentar yang muncul seputar hujatan terhadap pelaku bom dan himbauan banyak pihak untuk tidak sembarang bicara –apalagi yang bernada provokatif– terkait dengan peristiwa tersebut. Komentar – komentar yang tidak arif, dianggap justru membuat suasana tambah panas.

Sosial media memang agak adem kali ini, namun hingar bingar tetap menjadi warna dominan di TV dan koran. Celakanya pagi ini, kabar terkait hingar bingar konyol itu mendapat peneguhan dari seorang teman baik yang menjadi kontributor salah satu media nasional yang Senin kemarin bermaksud melakukan liputan bom bunuh diri di Solo.

Begini kisahnya;

R (sebut saja begitu) layaknya wartawan media lainnya melakukan liputan di Solo. Seperti biasa, peristiwa yang besar selalu menyisakan cerita-cerita informal dari informan-informan yang “mengetahui” dan melengkapi cerita secara lengkap. Dari beragam cerita yang muncul sebagai latar belakang, salah satu kepingan yang kemudian dikerumuni banyak wartawan adalah warung  milik Karti. Warung ini menjadi perbincangan karena disinyalir Ahmad Yosepa menyempatkan diri makan 2 nasi bungkus  di warung sebelah Gereja tsb  sebelum melakukan aksinya di GBIS.

Nah, ibu pemilik warung inipun sontak menjadi narasumber dadakan. Dikerumunin wartawan cetak dan koran. Ia pun ditanya macam-macam seputar Ahmad Yosepa. Misalnya, menu apa saja yang dimakan, bagaimana perilakunya dan tetek bengek lainnya. Dan seperti yang sudah-sudah statemen si mbak warung inipun muncul di TV.

Penasaran dengan fenomena selebritis dadakan, wartawan R inipun kemudian berbincang dari hati ke hati dengan mbak warung. R mencoba ngobrol sebagai pengunjung biasa. Dan komentar yg muncul dari pemilik warung tersebut justru membuatnya terkejut. Pasalnya, mbak warung – yang statemennya sudah muncul di TV – ternyata tidak cukup yakin bahwa yang makan di warungnya adalah Ahmad Yosepa. Keterangan yang ia berikan kepada sekumpulan wartawantersebut sekedar gambaran situasi warung dan pengunjung secara umum yang mampir di warungnya menjelang hari naas itu.

Wartawan R yang terlanjur penasaran ini lantas mencoba menanyai lagi si mbak warung mengapa berani menjawab ini itu sedangkan ternyata ia tak tau pasti. Kesimpulannya, si mbak mengalami situasi “undepressure” karena berondongan pertanyaan, dan merasa tidak punya peluangan untuk menolak realitas wartawan yang sudah “menyodori skenario cerita” bahwa si Ahmad Yosepa sempat makan di warungnya sebelum melakukan aksi bom bunuh diri.

S.O.S

Percaya atau tidak. Yakin atau tidak. Kejadian seperti ini sering terjadi. Ada berapa hal yang memungkinkan awak media tidak teliti dalam memunguti kepingan peristiwa;

1. Tuntutan deadline membuat liputan harus bisa dilakukan secepat mungkin. Kecepatan memang seringkali berbanding terbalik dgn ketelitian. Ketelitian ini termasuk didalamnya rasa kritis terhadap fakta.

2. Setiap media berlomba-lomba untuk mendapatkan fakta baru secepatnya. Dalam prakteknya, kombinasi antara jebakan “ingin yang terdepan” dan peristiwa bombastis adalah ibarat bumbu yang menghasilkan masakan pedas menggigit.

3. Dalam buku-buku jurnalistik, wartawan” diwajikan” apatis  terhadap semua fakta. Cek, cek dan cross check adalah modal awal untuk mendapatkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kesimpulannya;

1. Wartawan itu pelaku sejarah. Diamanati informasi untuk diteruskan ke khalayak luas. Bombastisme, sensasionalisme cenderung jauh dari objektivisme, jauh dari kejujuran realitas. Dan yang pasti khalayak tak memerlukan itu.

2. Realitas yg ditayangkan media seharusnya realitas yang berdasarkan kerja panjang jurnalistik yang bisa dipertanggungjawabkan secara etika dan teknis. Titipan dari wartawan R tadi, wartawan seharusnya memperhatikan dan memikirkan aneka peluang fakta yang mungkin terselip diantara jutaan kepingan puzzle peristiwa.

3. Oya, lucu tapi penting, bahwa dalam serentetan peristiwa selalu ada “selebritas dadakan” dengan alasan dan motivasi apapun. Hanya dengan bekerja dan menyimak cerdas, kita bisa membedakannya antara fakta palsu dan asli.

Di luar itu semua, bom bunuh diri di Solo ini  menyadarkan satu hal, bahwa ternyata kita belum benar-benar selesai dengan teror bom pasca Bom Bali tahun 2002. Jangan mudah terprovokasi dgn apapun itu. Sebarkan setiap nilai kebaikan sekecil dan sesepele apapun itu.

Be smart, be cool !

Berita terkait

Metro TV

Yahoo! news

Garda Berita

First Posting (again)

9 Sep

……..

*Rasa-rasanya saya sudah siap untuk posting lagi.

Blog ini ada sejak Agustus 2005, dan kemudian menjadi “peliharaan” saya hingga April 2009.  Setelah itu “tidur”  dan kemudian “bangun” lagi sekarang. Mengapa saya memutuskan untuk bangun dari tidur panjang tidaklah penting. Yang pasti, blog onlysenja ini akan kembali aktif menjadi tempat untuk “Ngopi-Ngobrol-Ngritik-Ngeblog”.

Dari segi isi, blog ini mengalami beberapa perubahan. Di awal-awal postingan, blog ini memuat hal-hal yang bersifat personal, selanjutnya saya fokus pada tulisan-tulisan yang bertema umum.

Nah, postingan ini, menandai awal “kebangkitan” blog onlysenja. Postingan pertama setelah postingan ini akan bertema sesuai dengan salah satu permintaan teman di fb. Selanjutnya, saya ingin aktif menulis di blog minimal 1 kali dalam 1 minggu.

So..silahkan menikmati !

Salam..

Politik GR ala Politikus (dadakan dan busuk)

12 Apr

nyontreng???

sori ya….saya ndak nyontreng..tangan saya bersih dari tinta pemilu..maap..nggak berminat..

kenapa?

1. Saya ndak kenal dengan mereka

2. Mereka terlalu narsis dan GR seolah-olah dengan pasang banyak poster dan baliho, orang berbondong-bondong milih dia. Seolah-olah dengan meminta doa restu, restu saya akan meluncur deras dan mudah. Memangnya dia siapa??? Berani-beraninya minta doa restu?? Memangnya mereka sudah bikin apa? Memakmurkan petani melalui iklan? Membantu rakyat miskin melalui janji? Bebas korupsi seperti dijanjikan? menurunkan harga BBM setelah sebelumnya menaikkannya berulang kali? Menjadi pengayom rakyat setelah 32 tahun menyakiti tiada henti??

3. Saya–sebagai manusia pinggiran yang tidak punya akses–merasa terputus dengan pemerintah.Toh, apapun yang dilakukan pemerintah tidak berefek kepada saya. BBM naik/turun, rasanya biasa saja. Keamanan amburadul, rasanya saya bisa bela diri sendiri. Saya merasa berada di dunia yang berbeda dengan pemerintah, dengan para caleng-busuk- dan partai yang sebenarnya hanya kumpulan kaum selebritis semata.

terus?

Hidup golput. Semoga angka golput makin banyak dan signifikan. Biar 5 tahun kedepan mereka nggak seenaknya narsis dan GR. Agar mereka nggak cuma bisa nyuruh-nyuruh rakyat nyontreng. Sekali lagi hidup golput!!!!!!!!!!!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.