*Tiada kesulitan yang tidak bisa dipecahkan, semuanya tergantung pada sejauh mana kita mau memecahkan kesulitan tersebut.
Guys, ada kalanya kita tidak mampu mengerti tentang apa yang sedang kita pelajari. Percayalah, kendati setiap manusia mempunyai tingkat intelegensia yang berbeda namun tetap ada peluang bahwa ketidakmengertian tersebut dapat diminimalisir. Berikut adalah tulisan seri pertama tentang kesulitan belajar dan solusinya.
- Kesulitan memetakan materi yang rumit
Materi yang rumit/ kompleks biasanya dikarenakan materi tersebut jarang kita baca, baru pertama mempelajarinya atau karena terlalu banyak sub babnya. JIka kerumitan itu disebabkan materi yang jarang dibaca, maka solusinya adalah bacalah materi itu sesering mungkin #eaaaa. Tidak cukup membacanya saja, tetapi kita bisa mencatat ulang bagian-bagian yang penting, atau dengan cara menandai bagian yang penting itu dengan pulpen/spidol berwarna/stiker post it.
Proses menulis ulang bagian penting dan menandainya sebenarnya membuat otak kita mencerna materi tersebut dua kali. Pertama, saat membacanya pertama kali. Kedua, mengkonstruksikan ulang saat kita mencatat dan menandai. Alhasil, kita sebenarnya secara tidak langsung sudah mempelajarinya 2 kali. Ada 2 keuntungan dari mencatat kembali dan menandai bagian penting. Pertama, jika kita lupa, kita bisa dengan mudah mencari bagian tersebut. Kedua, kita bisa mengalihbahasakan materi yang rumit itu dengan bahasa kita sendiri.
Nah, jika kesulitan memetakan materi yang rumit dikarenakan banyak sub bab, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan cara kerja/konsep mind map. Kedua, gunakan bagan/grafis.
Mind map (menurut saya) sebenarnya adalah mekanisme kerja pikir otak yang berusaha memilah dan memisahkan materi yang rumit menjadi lebih sederhana karena strukturnya lebih jelas. Contoh : jika kita ingin merencanakan perjalanan ke gunung untuk kemah, maka kita bisa menggunakan mind map untuk mempersiapkannya.
Caranya; buatlah gambar pohon lengkap dengan rantingnya (yang dimaksud disini adalah pohon dalam arti sebenarnya). Jika sudah, namai pohon itu dengan rencana berkemah. Kemudian, petakan masalah “rencana berkemah” tersebut kedalam beberapa bagian kecil yang akan terisi disetiap ranting tersebut. Ranting pertama berjudul “persiapan bekal”, ranting kedua “persiapan baju”, ranting ketiga “persiapan alat kemah”, ranting keempat “persiapan transportasi menuju ke gunung”. Ranting kelima “rencana kepulangan”. Oke, kita sudah mempunyai peta masalahnya bukan ? Setelah itu, mari kita isi masing-masing ranting tersebut.
Contoh; ranting pertama “persiapan bekal” akan berisi anak ranting “mi instan, beras, lauk pauk, bumbu dapur, alat masak, bahan bakar”. Seperti itu seterusnya, hingga kita kemudian bisa memetakan apa saja yang harus diisi di 4 ranting selanjutnya lengkap dengan anak rantingnya. Setelah semua anak ranting sudah terisi kita bisa menelitinya ulang. Jika ada yang kurang, kita bisa menambahkan lagi.
Proses ini memungkinkan kita membuat rencana, memilah masalah, dan menelitinya ulang sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Cara/mekanisme mind map ini bisa kita aplikasikan untuk materi kuliah ataupun materi presentasi yang rumit sekalipun. Mind map bisa digambar dengan manual, namun juga bisa menggunakan cara non-manual misalnya dengan menginstal Free Mind dan Buzan’s iMindMap V4 pada komputer sehingga kita dapat dengan mudah mengisi pohon pikiran kita.
Cara kedua memetakan materi yang rumit adalah dengan menggunakan bagan atau grafis. Sebenarnya mekanisme ini hampir sama dengan mind map yakni mensimplifikasi hal komplek, namun dengan cara yang lebih sederhana. Jika Anda sering menggunakan power point, maka grafis atau bagan yang dimaksud hampir sama dengan apa yang ada di power point tersebut. Bagan atau grafis dapat dengan mudah digunakan khususnya untuk materi yang berhubungan dengan proses. Misalnya; proses membuat berita. Kita bisa membuat materi “proses membuat berita” dengan menggunakan bagan sehingga setiap langkah pembuatan bisa dijelaskan dengan lebih singkat. Keuntungannya adalah kita dapat dengan mudah menceritakan kembali proses pembuatan berita itu hanya dengan melihat dan memahami bagan tersebut.
Baiklah ini postingan seri pertama terkait solusi belajar. Semoga bermanfaat :)

